Menyelesaikan Apa yg Harus Diselesaikan

Sumpah,,,

ngantuk tenan...
tapi harus menyelesaikan dalam waktu 3 bulan, oh waktu yg lama sih. Tetapi tidak terasa sudah hampir memasuki sebulan, belum sampai dari 1/4 yg dikerjain.. Acara tidak fokus, bikin tambah galau ini. Selesai tepat waktu apa tidak. Seharusnya, punya planning. Yg ada planningnya hilang begitu saja, setelah merasa lelah dengan masalah yg bertubi-tubi. Dituntut dewasa dan mandiri, harusnya jadi kunci utama menjalani semua yg ada di otak saya. Sejalan, terkadang mengerti tentang bagaimana menyelesaikan tugas yg harus selesai sesuai dengan waktu yg ditentukan. Namun, apa daya pikiran negatif yg masih menggelayut membuat saya malas untuk melanjutkan.
Belum lagi,
kalau situasi kaya gini, bikin tambah susah tidur.
Masalah dimana saya terasa kehilangan mereka yg menyayangi saya, menghilangkan kepercayaan mereka, dan kemudian mereka membuat saya merasa semakin bersalah.
Tuhan, tolonglah jadikan ini sebuah ujian yg memang sebenarnya Engkau sayang padaku.
Saya ingin lebih kuat, dan tetap menjadi orang hebat bagi-Mu dan orang-orang yg menyayangi saya dan saya sayangi..

Mencintai hal yg Begitu Indah..

Aku pun merasakan keindahan dibalik itu semua. Aku hidup dengan rasa cinta dan kasih sayang, ketika aku sadar bahwa aku telah nampak untuk pantas dicintai dan mencintai. Sesaat aku merasakan bahagia, yg tidak pernah kupunya. Telah mengenalnya membuatku mengerti untuk beberapa hal yg telah kugapai karena dirinya. Semangatku dan semua rasa bahagiaku saat ini, melengkapi segalanya. Aku pun siap untuk menggapai semua bersamanya. Hal indah ini tidak pernah kupungkiri, bersama rasa yg ada karena-Nya. Terkadang aku merasa sangat bangga telah mendapatkannya. Aku tahu banyak telah terlewatkan, walaupun belum ada ikatan yg pasti. Setidaknya dia lah yg mengajarkan aku tentang kasih sayang, pengertian, kedewasaan.

Keindahan yg sebelumnya aku punya, namun seketika kehadirannya adalah hal terindah. Semua masalah telah terbagi, ketika aku merasa jenuh. Sungguh aku seseorang yg sangat bangga saat ini. Kehidupan yg kuraih dan kugapai, ditemani olehnya.

Kerja Cepat, Tepat dan Daya Guna..

Berusaha kerja cepat disaat begini, justru buat gue pengen liburan dulu. Nyamanin diri dulu, udah lama gue sibuk begini-begini aja yg ada justru gue ngga pernah konsen tentang apa yg gue lakuin. Simple that is it!!!

Mungkin memang begitu, tetapi kenyataannya yg simple itu malah sulit untuk dilakukan. Karena ternyata malah banyak kecaman, dan kritik yg menyakitkan. Nah, disini gue memang perlu mental yg cukup tinggi atau sangat tinggi yg hampir diluar jangkauan pemikiran gue sendiri. Tetapi kalo gue aja nyerah, bagaimana dengan orang sekitar gue. Gue pastiin semua ada pengubahan, hanya saja sebentar atau lamanya pun bergantung ke gue lagi.

Ketepatan setiap jenis kerja memang itu hal utama, keprofesionalisme-an justru itu menjadi target utama gue. Profesional dengan waktu, usaha, semangat, manajemen, uang, bahkan hidup gue memang harus dituntut untuk maju. Mungkin gue cuma lagi cari cara, bagaimana hal yg tepat. Namun kebanyakan orang jadi sok tau, sok nebak-nebak gue. Itu yg gue ngga suka. Simple tapi susah banget untuk orang-orang lain lakukan. Ngomong langsung ke gue, apa segitu menyeramkan atau justru membosankan untuk ngomong sama gue.

Intinya, gue akan gunakan agar semua berjalan lancar dan semua berdaya guna. Kalo udah mengatakan tidak bisa dicabut. Seberusaha apapun, dengan niat dan sungguh-sungguh semua yg dikerjakan pasti berdaya guna. Perlu diketahui daya guna sama saja memiliki manfaat banyak. Itulah yg gue cari...

Oke, pasti bisa dan ngga ada yg ngga bisa di dunia ini secara bisanya masih normal sesuai fungsi kita sebagai manusia..

Lelah berkepanjangan..

Bener deh, sebenarnya nih badan udah capek banget. Apa daya semuanya gue lakuin semata-mata bukan untuk diri gue aja, ga ada kata egois untuk saat ini. Gue harus memilih, bisa mencapai target dengan cepat atau dengan tahap yg sangat lama. Itu hanya dua pilihan. Ia setidak-tidaknya lelah gue terbayarkan. Gue pengen banget deh bisa masuk kuliah negeri tahun ini, gue juga harus bisa ngejalanin bisnis gue walaupun nanti gue sibuk kuliah juga.

Pastinya keinginan gue ga sembarangan-lah, yg pasti gue ngga mau itu menjadi sia. Gue ga cuma butuh modal semangat yg seperti biasa gue lakuin. Tapi gue perlu banget kemauan dan kesungguhan yg benar-benar terdasarkan.
Mungkin lelahnya gue untuk sekarang-sekarang ini, memang dahsyat juga ++. Yg penting, gue bukan lah orang yg mudah menyia-nyiakan segala sesuatunya, itu kata papa.
Jujur deh, terkadang gue ngerasa dunia ini terlalu kejam. Bahkan ironisnya, gue berpikir kalo ni bumi lama-lama kaya neraka. Penuh dengan orang yg membuat gue lelah, lelah untuk berpikir keadaan mereka. Kecongakan, egois, merasa benar sendiri, bahkan ada pula loh manusia yg nggak mudah memaafkan. Uwah bisa gila gue, tinggal di bumi. Masa ia gue pindah ke mars, apalagi pluto..

Lelah berkepanjangan,,
ngantuk, kurang tidur, banyak pikiran, banyak aktivitas membuat gue jadi jenuh sendiri..

Pembelajaran ke Depan

Terkadang diri ini mudah sekali untuk menyerah, ketika menerima satu kegagalan saat itu juga aku tidak ingin mencoba melakukannya lagi. Tetapi aku sangat bersyukur karena masih ada yg mengingatkan bahwa kegagalan hanyalah milik orang yg lemah. Ilmu yg aku dapat dari saudara sejati

"Seseorang baru dikatakan gagal, ketika seseorang itu menerima kegagalan dengan menyerah tanpa ada tindakan untuk mencoba lagi atau sama saja takut akan kegagalan."

Sudah sepantasnya aku berterima kasih kepada orang-orang yg tiada henti mengingatkanku. Di saat aku lemah, dalam keadaan duka sekali pun, atau proses pengubahan yg sulit terjangkau.

Satu kata yg kuingat,,

"Perubahan untuk menjadi lebih baik lagi, lama atau sebentarnya proses itu bergantung oleh diri kita sendiri."

Itu kata2 yg selalu aku ingat dari papa terbaikku sekarang.

Setiap kata-kata yg baik memang perlu dengan tindakan, tindakan itu memang harus dipikirkan kebaikan atau keburukannya bukan hanya bagi diri kita saja, yg pasti untuk masyarakat luas juga.