Sumpah,,,
Sumpah,,,
Aku pun merasakan keindahan dibalik itu semua. Aku hidup dengan rasa cinta dan kasih sayang, ketika aku sadar bahwa aku telah nampak untuk pantas dicintai dan mencintai. Sesaat aku merasakan bahagia, yg tidak pernah kupunya. Telah mengenalnya membuatku mengerti untuk beberapa hal yg telah kugapai karena dirinya. Semangatku dan semua rasa bahagiaku saat ini, melengkapi segalanya. Aku pun siap untuk menggapai semua bersamanya. Hal indah ini tidak pernah kupungkiri, bersama rasa yg ada karena-Nya. Terkadang aku merasa sangat bangga telah mendapatkannya. Aku tahu banyak telah terlewatkan, walaupun belum ada ikatan yg pasti. Setidaknya dia lah yg mengajarkan aku tentang kasih sayang, pengertian, kedewasaan.
Keindahan yg sebelumnya aku punya, namun seketika kehadirannya adalah hal terindah. Semua masalah telah terbagi, ketika aku merasa jenuh. Sungguh aku seseorang yg sangat bangga saat ini. Kehidupan yg kuraih dan kugapai, ditemani olehnya.
Berusaha kerja cepat disaat begini, justru buat gue pengen liburan dulu. Nyamanin diri dulu, udah lama gue sibuk begini-begini aja yg ada justru gue ngga pernah konsen tentang apa yg gue lakuin. Simple that is it!!!
Bener deh, sebenarnya nih badan udah capek banget. Apa daya semuanya gue lakuin semata-mata bukan untuk diri gue aja, ga ada kata egois untuk saat ini. Gue harus memilih, bisa mencapai target dengan cepat atau dengan tahap yg sangat lama. Itu hanya dua pilihan. Ia setidak-tidaknya lelah gue terbayarkan. Gue pengen banget deh bisa masuk kuliah negeri tahun ini, gue juga harus bisa ngejalanin bisnis gue walaupun nanti gue sibuk kuliah juga.
Terkadang diri ini mudah sekali untuk menyerah, ketika menerima satu kegagalan saat itu juga aku tidak ingin mencoba melakukannya lagi. Tetapi aku sangat bersyukur karena masih ada yg mengingatkan bahwa kegagalan hanyalah milik orang yg lemah. Ilmu yg aku dapat dari saudara sejati
"Seseorang baru dikatakan gagal, ketika seseorang itu menerima kegagalan dengan menyerah tanpa ada tindakan untuk mencoba lagi atau sama saja takut akan kegagalan."
Sudah sepantasnya aku berterima kasih kepada orang-orang yg tiada henti mengingatkanku. Di saat aku lemah, dalam keadaan duka sekali pun, atau proses pengubahan yg sulit terjangkau.
Satu kata yg kuingat,,
"Perubahan untuk menjadi lebih baik lagi, lama atau sebentarnya proses itu bergantung oleh diri kita sendiri."
Itu kata2 yg selalu aku ingat dari papa terbaikku sekarang.
Setiap kata-kata yg baik memang perlu dengan tindakan, tindakan itu memang harus dipikirkan kebaikan atau keburukannya bukan hanya bagi diri kita saja, yg pasti untuk masyarakat luas juga.