Lelah berkepanjangan..

Bener deh, sebenarnya nih badan udah capek banget. Apa daya semuanya gue lakuin semata-mata bukan untuk diri gue aja, ga ada kata egois untuk saat ini. Gue harus memilih, bisa mencapai target dengan cepat atau dengan tahap yg sangat lama. Itu hanya dua pilihan. Ia setidak-tidaknya lelah gue terbayarkan. Gue pengen banget deh bisa masuk kuliah negeri tahun ini, gue juga harus bisa ngejalanin bisnis gue walaupun nanti gue sibuk kuliah juga.

Pastinya keinginan gue ga sembarangan-lah, yg pasti gue ngga mau itu menjadi sia. Gue ga cuma butuh modal semangat yg seperti biasa gue lakuin. Tapi gue perlu banget kemauan dan kesungguhan yg benar-benar terdasarkan.
Mungkin lelahnya gue untuk sekarang-sekarang ini, memang dahsyat juga ++. Yg penting, gue bukan lah orang yg mudah menyia-nyiakan segala sesuatunya, itu kata papa.
Jujur deh, terkadang gue ngerasa dunia ini terlalu kejam. Bahkan ironisnya, gue berpikir kalo ni bumi lama-lama kaya neraka. Penuh dengan orang yg membuat gue lelah, lelah untuk berpikir keadaan mereka. Kecongakan, egois, merasa benar sendiri, bahkan ada pula loh manusia yg nggak mudah memaafkan. Uwah bisa gila gue, tinggal di bumi. Masa ia gue pindah ke mars, apalagi pluto..

Lelah berkepanjangan,,
ngantuk, kurang tidur, banyak pikiran, banyak aktivitas membuat gue jadi jenuh sendiri..

Pembelajaran ke Depan

Terkadang diri ini mudah sekali untuk menyerah, ketika menerima satu kegagalan saat itu juga aku tidak ingin mencoba melakukannya lagi. Tetapi aku sangat bersyukur karena masih ada yg mengingatkan bahwa kegagalan hanyalah milik orang yg lemah. Ilmu yg aku dapat dari saudara sejati

"Seseorang baru dikatakan gagal, ketika seseorang itu menerima kegagalan dengan menyerah tanpa ada tindakan untuk mencoba lagi atau sama saja takut akan kegagalan."

Sudah sepantasnya aku berterima kasih kepada orang-orang yg tiada henti mengingatkanku. Di saat aku lemah, dalam keadaan duka sekali pun, atau proses pengubahan yg sulit terjangkau.

Satu kata yg kuingat,,

"Perubahan untuk menjadi lebih baik lagi, lama atau sebentarnya proses itu bergantung oleh diri kita sendiri."

Itu kata2 yg selalu aku ingat dari papa terbaikku sekarang.

Setiap kata-kata yg baik memang perlu dengan tindakan, tindakan itu memang harus dipikirkan kebaikan atau keburukannya bukan hanya bagi diri kita saja, yg pasti untuk masyarakat luas juga.

Arti Nama Saya...

Paham Al-Qur'an=Paham Allah

Sedikit ngebahas tentang fungsi Al-Qur'an yg semakin tersingkir dari hidup kita, dari aturan-aturan yg masih bertanya pada hadist. Sehingga kebanyakan dari manusia (ma=tempat, nusia=lupa), tempatnya lupa tidak mengerti dari pengertian ayat-ayat Allah karena dua bahasa dalam Al-Qur'an yaitu muk'hamat bahasa yg jelas dan mutasabihat bahasa perumpamaan, yg membuat orang lebih fokus dengan Hadist sahih (takut salah mengartikan isi dari Al-Qur'an, sehingga banyaknya bahasa mutasabihat yg ditafsirkan [tafsir=mengkira-kira]) , padahal perlu diketahui hadist (dari bahasa tauhid= bahasa sebelum nabi Muhammad SAW lahir) hadist=perkataan, manakah yg lebih dahulu kamu yakini perkataan Allah ataukah manusia, seberapa kita dapat meyakini baik itu hadist sahih ataupun hadist dhaif.

Sungguh inilah yg membuat Al-Qur'an, semakin tersingkir dan fungsinya semakin di kotak-kotakan (dipersempit). Sungguh Al-Qur'an adalah ilmu yg berguna, namun yg menjadi pertanyaan mengapa Al-Qur'an kebanyakan dari umat Islam hanya sekadar dibaca-baca, dihafal artinya, kemudian disenandungkan (disyairkan). Apakah dari hal itu kita mendapatkan ilmu yg lebih baik, dari ilmu di dunia dan akhirat selain Al-Qur'an. Al-Qur'an itu ada untuk masa lalu, masa sekarang, dan yg akan datang, tetapi kenyataannya justru hanya bermanfaat untuk masa lalu saja.

Ayat-ayatnya, bukan menjalani sesuatu yang haq justru yg bathil, contohnya:

1. Apakah Al-Qur'an membuat manusia anarkis dan kriminalitas, padahal dalam Al-Qur'an itu sendiri diajarkan tentang perdamaian..

2. Apakah adanya Al-Qur'an sampai sekarang, ayat-ayatnya berguna untuk hal yg mistis. Pengobatan dengan baca-bacaan AL-Qur'an sampai ada ayat-ayatnya dibakar lalu diminum untuk menyembuhkan penyakit.

3. Apakah Al-Qur'an, kitab yg hanya sebagai aksesoris. Sehingga ditaruhlah kitab ini ditempat yg tinggi, seperti di atas lemari hingga berdebu.

Kini, bagaimana bila manusia hanya mengerti saja tanpa paham Al-Qur'an, sehingga mereka tidak mampu mengerjakan sepenuhnya dari isi Al-Qur'an itu.

Paham itu adalah mengerti dan bisa mengerjakan, sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan untuk mengatur insannya Allah (insan= makhluk hidup yg sempurna). Bila tidak paham Al-Qur'an, bagaimana kita mampu untuk paham Allah ???

Ini sedikit Ilmu yg kudapat, semoga bermanfaat untuk semua insan..
Amiin...

Perjuangan Sesungguhnya..

Bersyukur bisa mengenal apa sesungguhnya suatu perjuangan, keinginan terbesarku tidak ingin membuat orang sekitarku terus menderita baik dalam segi ekonominya. Sebuah perjuangan yang baru kukenal dan melelahkan pertama kalinya, tetapi semakin ku mengenal indahnya sebuah perjuangan ini, semakin merasa bahwa banyak hal bodoh yang masih ku sia-siakan..

Perjuangan sesungguhnya untuk berjihad, yg baru kurasakan terasa membanggakan terutama untuk kedua orang tua serta keluargaku. Awalnya merasa suasana yg hampa terus berjuang yang tiada henti, dari pagi kembali pagi. Terasa bahwa waktu 24 jam setiap harinya masih terasa kurang, mungkin pertama memang semangat bisa menyebarkan kebaikan ke semua orang-orang yg kusayangi, namun urungnya banyak kegagalan yg kuterima dari sobat ku sendiri ASAYIRA, aku telah gagal menyelamatkan mereka, namun hal yg ku siapkan mereka tetap harus berjuang lewat harta namun kenyataan yg pasti justru mereka masih CINDU..

Jihad itu bukan menghancurkan tetapi membangun, inilah awal yg membuatku tertarik. Tidak ada hal negatif thinking sedikit pun pertama kali membahas tentang kebangkitan Indonesia. Khayalnya, aku adalah salah satu umat-Mu yg ingin menjadi umat yg beriman hingga semua muncul di permukaan atau sampai akhir hayatku nanti. Pertama, tidak banyak yg ku pertanyakan dengan mengenal orang baru yg memberikan aku share tentang isi Al-Qur'an, itu tidak untuk ditafsir tetapi semua isi dalam Al-Qur'an itu untuk dipahami.
Awalnya membicarakan kebobrokan yg semakin terlihan kehancurannya, hingga akhirnya membahas tentang kebangkitan Indonesia dalam Al-Qur'an.
Itulah berita tersembunyi yg tidak pernah ku ketahui sebelumnya, hingga aku mengerti kalau Al-Qur'an tidak untuk disenandungkan tetapi dipahami.. Banyak ayat-ayatnya disalah artikan.

Hingga ujung-ujungnya aku memenuhi syarat-syarat untuk berjuang di jalan Allah yg sesungguhnya. Semua telah terjawab seperti apa jalan lurus yg dikehendaki Allah untuk ku. Semenjak berjihad, banyak proses yg kudapatkan untuk sebuah kedewasaan yg bernilai tinggi...
- SABAR
-TAWAKAL
-IKHLAS
-AMANAH
-SEMANGAT

Jihad itu membangun, bukan menghancurkan..
Jihad itu bangkit dari keterpurukan, hingga Hukum Islam berhasil untuk ditegakkan..
Jiwa dan Raga tidak boleh runtuh, hingga kami membangkitkan sunatullah yg telah berlaku..

Kami atas nama bangsa Indonesia siap untuk kepermukaan...
:-)