UN 22 Maret 2010

MP :

Senin, 22 Maret 2010
Bahasa Indonesia,,

Pagi-pagi, udah terasa tegangnya plus perut mules yang tidak tahu sebabnya. Ditambah bangun kesiangan. Uwh, BT banget tuh. Keringat mengucur deras pertanda hari ini aku siap-siap untuk ke sekolah dengan suasana yang tidak tenang. Takut telat serta perut yang terasa makin menyiksa. Hari pertama ga plus makan, jadi selama ujian berlangsung cacing-cacing mulai mengganggu dan memohon pertolongan untuk diberi makan.


Masuk ke kelas, duduk dengan keadaan rapi dan segera mengerjakan soal-soal bahasa Indonesia yang menurutku rumit. Dari 50 soal yang menurut prediksiku, hanya 30 yang benar-benar aku mengerti. Sisanya coba-coba menjawab,, Alhamdulillah selama ujian tidak ada lirik-lirik teman (nyontek gitu....), hasil sendiri. Berusaha semampunya mengerjakan sendiri, tetapi gaswat banget deh jawabannya setelah dicocokkan selesai ujian dengan teman-teman ternyata 50 % berbeda. Duwh, hari pertama udah merasakan pikiran yang tidak-tidak.

Selasa, 23 Maret 2010
Bahasa Inggris..

Entahlah, jawaban inilah yang pas buat UN B.Inggris aku. Tidak pernah yakin bahwa nilainya akan memuaskan atau justru lebih baik pasrah saja. Dari 50 soal hanya 34 saja yang aku kerjakan sendiri yang lainnya masih rada-rada tidak meyakinkan. Itu pun 34 soal belum tentu benar. Begitulah UN B.Inggris.

Rabu, 24 Maret 2010
Matematika,,

UN Matematika, prediksi tidak akan ada masalah. Ternyata, 5 soal tidak bisa dikerjakan dengan baik. Mungkin kalau dicari masih bisa ditemukan jawabannya. Karena waktu yang membuat aku panik tujuh kali lipat jadi tidak bisa memikirkan rumusnya. Duwh, tidak ada nilai sempurna untuk UN kali ini. Menyebalkan, tetapi setidak-tidaknya usaha sendirilah.

Belum masalah perhitungan yang ceroboh membuat nilai Matematika kali ini tidak akan sempurna. Bandel juga sih, karena sebelum ujian itu sama sekali tidak belajar makanya jadi merinding disco gitu pas ujian. Tidak disangka juga soalnya 2 kali lipat lebih susah dari tahun lalu.

Kamis, 25 Maret 2010
Materi Produktif (TKJ),,

Alhamdulillah ternyata soal buat produktif hampir 10 soal masih mengulang soal tahun lalu. Sisanya susah-susah gampang sih, yang pasti tidak mendapat soal biner. Itulah yang menyenangkan. Tetapi setelah disamakan dengan jawaban teman-teman lain banyak juga jawaban yang salah dijawab.

Tak masalah, karena kalo teori TKJ memang aku tidak terlalu pintar (atau ga pintar...). Pokoknya UN kali ini tidak ada kesempurnaan.

Haramkah _Melly Goeslaw

Haram-haramkah aku
Bila hatiku jatuh cinta
Tuhan pegangi hatiku
Biar aku tak jadi melanggar
Aku cinta pada dirinya
Cinta pada pandang pertama
Sifat manusia ada padaku
Aku bukan Tuhan

*
Haram-haramkah aku
Bila aku terus menantinya
Biar waktu berakhir
Bumi dan langit berantakan

**
Aku tetap ingin dirinya
Tak mungkin aku berdusta
Hanya Tuhan yang bisa jadikan
Yang tak mungkin menjadi mungkin

Reff:
Aku hanya ingin cinta yang halal
Di mata dunia juga akhirat
Biar aku sepi aku hampa aku basi
Tuhan sayang aku
Aku hanya ingin cinta yang halal
Dengan dia tentu atas ijinNya
Ketika cinta bertasbih
Tuhan beri aku cinta
Ku menanti cinta…

_Aksi Jackie Chan_




Hal yang ditakuti manusia karena manusia...

1. Jujur
2. Mengingatkan seseorang yang bersikap tercelah
3. Dimusuhi
4. Membela kebenaran
5. Mengakui kesalahan
6.

Keindahan Cinta

Ketika aku sadar bahwa duniaku adalah karenanya, memaknai cinta yang semakin merajut dalam setiap langkah hidupku, dan ketika itu pula aku tersadar bahwa betapa besar cinta mereka untukku. Kadang ketika keegoisan bersemat, tetapi seketika hilang tanpa jejak mengutip ruang-ruang yang membuatku tetap ingin bersemangat dan cepat2 terbangun dari kejatuhanku. Tak peduli kemunafikan itu membuatku merindu dendam, tak pungkiri jengkel menyayat setiap kelicikan demi kelicikan. Hal itu bukan membuatku jerah dan mengalah, tersadar setiap kata-kata mereka adalah terukir indah dalam sanubariku. Seperti hijaunya daun yang menenangkan dan mendamaikan, seperti pemandangan pantai yang menyejukkan. Aku berusaha menatap dan terbuai karena mereka tak pernah lepas dari benakku, perhatian mereka bahkan setiap rangkaian kata-kata indah mengalun merdu dalam pikiranku.

Air mata yang terpendam, melemahkan gerak hidupku. Namun tak ayal, karena mereka semua dapat ku kesampingkan dengan mudahnya. Tawa nan ceria, dan kekerdilan mereka menjadikan kehangatan yang tak akan pernah mengubah cuaca hari ini menjadi dingin dan terasa mati. Mengutak-atik setiap pertanyaan hingga menjadi reklame selembut sutra yang menggairahkan juangku.

Karena mereka, aku tak pernah mati...
karena mereka, aku selalu dapat bertahan..
dikucil,,
diremehkan,,
diasingkan,,
dilemahkan,,
merupakan tantangan baginya yang harus ditindas dengan jiwa nan suci...
Semua itu dapat bertahan
karena ada "keindahan cinta".