kejam

Semua terasa kejam, semua seperti menusuk tepat di tengah dadaku. Satu persatu langkah kakiku untuk menuju ke sana terasa berat. Tak ada keseimbangan lagi. Setiap aku tertidur tak henti-hentinya pikiran ini menyala-nyala. Bukan terang seperti lampu ataupun seperti pelangi dan matahari. Tetapi ini seperti api, yang kian lama membuat hatiku terbakar dan rusak.

Anggapan kedewasaan yang mencela, yang seenaknya menganggap diriku tak dewasa. Tak pernah menganggap dirinya bahwa diapun belum dewasa. Orang yang dewasa adalah orang yang empati pada orang lain yang dizhalimi. Berpikir bijak dari sudut pandang kebenaran, bukan mementingkan dirinya agar semakin dikagumi orang lain. Itu cuma bikin aku semakin ingin muntah telah mengenalnya. Dikira dia ketua yang memang sudah dewasa. Bertindak sesuai dengan kedewasaan...

Macam-Macam Majas

Majas : Gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.

1) Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang, kambing hitam

2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi

3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk

4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk

5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba

6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan

7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca

8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )

9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal

10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis

11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang

12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945

13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan

14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )

15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia

16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan

17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa

18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek

19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?

20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?

21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah

22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku

23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu

24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya

25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi lintah darat

26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si
jangkung, Si kribo

27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya

28) Majas Sinedoke : Majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau sebaliknya. Majas Sinedoke dibagi menjadi 2 yaitu :

=> Pars pro toto : Majas yang menyebutkan sebagian, tetapi untuk benda itu secara keseluruhan. Contoh : Ayah membeli dua ekor kambing
=> Totem pro parte : Majas yang menyebutkan keseluruhan, tertapi hanya untuk sebagian saja. Contoh : Kaum wanita memperingati Hari Kartini
bebek_aceh_ is offline Reply With Quote

Dikutip dari : "http://www.acehforum.or.id/macam-macam-majas-t23723.html?p=207948"

My Memory,,

My Memory moh doo gee uhk hae yoh geuh soon gahn
noon eul gahm euh myun ah joo jahk eun eel doh boh ee neh yoh
You're far away dah deul soo up neun goh seh
sa rang hahn dah neun mahl doh gee dah leen dah neun mahl doh ha jee moht ha goh

jung mahl mohl laht joh geuh dehl ee luht geh dah shee mahn nahl jool eun sehng gahk joh cha moht het suht joh

ah jik nuhl sa rang hae ee jeh lah doh neh geh goh behk hahl kkeh
I want to love you forever
neut jee ahn aht dah myun ee luht geh nah wah hahm kkeh young won hee

Oh leht dohng ahn geuh dehn nah ae gah seum ae mahn eun shee gahn heul luh doh
ah joo muhl lee ee juh doh sahl ah eet sut joh

jung mahl mohl laht joh geuh dehl ee luht geh dah shee mahn nahl jool eun sehng gahk joh cha moht het suht joh

ah jik nuhl sa rang hae ee jeh lah doh neh geh goh behk hahl kkeh
I want to love you forever
neut jee ahn aht dah myun ee luht geh nah wah hahm kkeh young won hee

Pelatihan Jurnalis-- Die-J

Cisarua, Sabtu 25 Juli 2009

Keberangkatan para calon reporter Die-J beserta anggotanya dengan adanya fasilitator (alumni dari Reporter Die-J), juga para panitia Die-J. Keberangkatan pagi" yang tertunda karena telatnya bus membuat waktu sia" hampir 2 jam. Sangat membetekan memang, tetapi sesampai di sana (Cisarua, Villa .....), ternyata sudah disediakan makan siang. Baru pertama datang, kami sudah disuguhkan dengan materi Kespro dan IMS. Usut punya usut sebagai bagian pembicara adalah fasilitator Die-J sendiri, kak Lusi juga kak Vhia. selanjutnya coffe break, santai sejenak dengan ditemani makanan ringan dan sambil menonton acara televisi bersama-sama penghuni PelJur. Setelah menjelang matahari terbenam diberikan waktu untuk istirahat sambil seraya membersihkan diri juga shalat sampai bada' isya. Sampailah pada materi utama yaitu dasar" jurnalistik dan juga teknik menjadi wartawan yang baik, pembicara dari seorang jurnalis Kompas dan Indopos. setelahnya selesailah sekitar jam 22.00. Siap" beristirahat untuk melanjutkan aktivitas besok.

Cisarua, Minggu 26 Juli 2009

Tepat jam 05.30 penduduk PelJur dibangunkan dari tidurnya yang nyenyak untuk siap" bersenam dengan pembimbing dari Nigeria, John Paul (JP) yang dari hari pertama memang sudah ada, hari pertama juga dia memberi materi tentang bahaya merokok.
Selanjutnya setelah senam para Peljur segera pergi sarapan. Dilanjutkan dengan materi Feature dibawakan oleh salah satu dosen USIP dan kemudian sampailah waktu makan siang, para PelJur diberi waktu satu jam untuk istirahat. Setelahnya diberikan tambahan materi oleh JP dengan tema "communication", barulah setelahnya para PelJur praktek wawancara langsung ke lapangan. Walaupun sekitar Cisarua saja, tetapi sangat menyenangkan. Karena para PelJur baru pertama kali turun ke lapangan, dengan menceritakan pengalaman mereka yang sangat seru. Setelah hasil wawancara didapatkan segeralah berita tersebut dijadikan Feature. Selanjutnya materi sudah benar2 habis tak bersisa, dan malam kedua para PelJur siap" menyiapkan malam pentas sebagai malam keakraban, sedikit malam renungan setelah malam keakraban selesai.

Cisarua, Senin 27 Juli 2009

Dihari terakhir ini hanya disibukkan dengan senam dan persiapan outbond, dan selesai hingga siang hari. Dilanjutkan dengan beres" dan makan siang. Karena saatnya siap" untuk pulang ke Jakarta.

Sekilas cerita selama Pelatihan Jurnalis....

Konayuki

Konayuki mau kisetsu wa itsumo sure chigai
Hitogomi ni magirete mo onaji sora miteru no ni
Kaze ni fukarete nita you ni kogoeru no ni

Boku wa kimi no subete nado shitte wa inai darou
Soredemo ichi oku nin kara kimi wo mitsuketa yo
Konkyo wa naikedo honki de omotterunda

Sasaina ii aimo nakute
Onaji jikan wo ikite nado ike nai
Sunao ni nare nai nara
Yorokobi mo kanashimi mo munashii dake

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku wo wake au koto ga dekita no kai

Boku wa kimi no kokoro ni mimi wo oshi atete
Sono koe no suru hou he sutto fukaku made
Orite yukitai soko de mou ichi do aou

Wakari aitai nante
Uwabe wo nadete itano wa boku no hou
Kimi no kajikanda te mo nigirishimeru
Koto dakede tsunagatteta no ni

Konayuki nee eien wo mae ni amari ni moroku
Zara tsuku asufaruto no ue shimi ni natte yuku yo

Konayuki nee toki ni tayori naku kokoro wa yureru
Soredemo boku wa kimi no koto mamori tsuduketai

Konayuki nee kokoro made shiroku somerareta nara
Futari no kodoku wo tsutsunde sora ni kaesu kara