Semua Untuk Mama

Aku selalu berharap semuanya akan berlalu, rasa sakit ini bukan hanya membuat aku tidak tenang tetapi mama pun merasakan apa yg aku rasakan. Lelah harus bertahan, tetapi sudah banyak yg dilakukan mama untukku agar aku lebih baik dari hari ke hari. Aku ingin menangis ma, tetapi itu tidak mungkin. Aku terlalu takut mama menyerah menghadapi ini semua, walaupun tanpa papa. Aku sayang mama, aku mencintainya. Bagaimana bisa aku meninggalkan mama. Akhir-akhir ini mama memberikan perhatian lebih kepadaku, hingga rasanya aku tidak mau pergi. Aku ingin membalas segalanya, keinginan dan harapan mama padaku juga adikku. Ma, hanya saja permintaan tentang Pernikahan belum tepat dan belum kuinginkan saat ini. Pernikahan hanya membuat suatu tangisan, rasa sakit dan kesedihan nantinya. Aku hanya memikirkan dan bertindak untuk tetap jadi anak yg mama banggakan juga bisa membahagiakan mama. Aku janji, aku akan melakukannya. Aku ingin selalu ceria hal utama untuk mama, aku ingin hidup lebih lama lagi. Lebih lama lagi, untuk menebarkan kebaikan pada mereka yg kukasihi, sayangi dan cintai. Itu semua karena mama. Karena mama, seseorang yg setia setiap waktunya untukku..

Karena Mereka....

Ketika kebaikan itu didapatkan atau tidak, setidaknya kita lebih tahu untuk apa dan manfaat apa yg didapatkan. Sungguh saya tidak pernah menyesal berada disekitar mereka, menyelesaikan masalah mereka pun menjadi diri saya lebih dewasa dan paham bagaimana berinteraksi dengan lingkungan. Setidaknya itulah yg menjadi pembelajaran dalam hidup saya.

Mereka, anak jalanan, yatim piatu, atau pun anak punk baik yg memiliki atau pun merasakan tidak adanya keluarga. Menginginkan hal yg sama, bahwa sesungguhnya keluarga adalah hal penting baginya. Apa daya, bukan mereka yg menginginkan seperti itu. Ketika bersama mereka, itulah yg mereka inginkan. Bisa bercerita dengan sangat terbuka, bercanda, mengajarinya, bahkan menasehatinya merasakan bahwa memiliki keluarga yg banyak itu menyenangkan.

Saya merasa bersyukur, karena mereka mengajari saya untuk berkorban untuk orang lain. Semuanya itu tidak dinilai dari materi, tetapi sikap dan prilaku yg mampu membuat nyaman orang lain.Walaupun terkadang sulit, namun saya tidak akan menyerah untuk lebih baik di mata keluarga, mereka, dan orang-orang yg saya sayangi.

Karena mereka, saya mengerti apa pentingnya berbagi untuk orang lain. Bersyukur karena masih punya orang tua, salah satunya mama yg sangat menyayangi, mengingatkan saya untuk selalu menolong di mana, kapan pun, dan bagaimana pun. Bersyukur dengan selalu menolong mereka dari rasa sulit. Mungkin kalau tidak karena mama, saya tidak akan pernah tahu bagaimana caranya untuk bersyukur dan selalu tolong menolong.

Karena mereka, saya tahu bagaimana cara menyayangi orang lain dengan tulus. Karena mereka jugalah, saya merasakan bagaimana disayangi orang lain.

Karena mereka pun, saya mampu untuk tetap tersenyum di saat ada masalah seberat apapun. *Kalau dipikir-pikir memang lebih berat masalah mereka dari pada saya.

Jadi intinya..
they actually make me better, not vice versa..

Mencintai dan Dicintai

Hari ini dunia begitu indah untukku lihat dan kurasakan. Kali ini tidak pernah terpikirkan bahwa ada kekecewaan dan keegoisan didalamnya. Begitulah indahnya, ketika kita mampu mencintai dan dicintai. Semuanya terasa menyejukkan hati. Mungkin itulah hidup ditakdirkan untuk saling melengkapi satu sama lain, dengan satu ikatan yg pasti. Aku masih memandangnya manis, terkadang aku tidak percaya bahwa aku berada dihatinya seutuhnya. Begitupun aku, semakin lama semakin tahu bahwa cinta itu perlu keyakinan yg pasti. Jari manisku semakin manis, untuk tetap mengingatnya.

Aku sangat mensyukuri hal yg kupunya hari ini. Tuhan berikan semuanya perlahan ketika aku mau mengambil tindakan kedewasaan. Aku menginginkan satu ikatan, untuk disetujui Tuhan dan keluargaku juga. Pengertian itulah yg selalu dipuja-pujanya, untuk tetap menanti keputusan masing-masing.

Menyelesaikan Apa yg Harus Diselesaikan

Sumpah,,,

ngantuk tenan...
tapi harus menyelesaikan dalam waktu 3 bulan, oh waktu yg lama sih. Tetapi tidak terasa sudah hampir memasuki sebulan, belum sampai dari 1/4 yg dikerjain.. Acara tidak fokus, bikin tambah galau ini. Selesai tepat waktu apa tidak. Seharusnya, punya planning. Yg ada planningnya hilang begitu saja, setelah merasa lelah dengan masalah yg bertubi-tubi. Dituntut dewasa dan mandiri, harusnya jadi kunci utama menjalani semua yg ada di otak saya. Sejalan, terkadang mengerti tentang bagaimana menyelesaikan tugas yg harus selesai sesuai dengan waktu yg ditentukan. Namun, apa daya pikiran negatif yg masih menggelayut membuat saya malas untuk melanjutkan.
Belum lagi,
kalau situasi kaya gini, bikin tambah susah tidur.
Masalah dimana saya terasa kehilangan mereka yg menyayangi saya, menghilangkan kepercayaan mereka, dan kemudian mereka membuat saya merasa semakin bersalah.
Tuhan, tolonglah jadikan ini sebuah ujian yg memang sebenarnya Engkau sayang padaku.
Saya ingin lebih kuat, dan tetap menjadi orang hebat bagi-Mu dan orang-orang yg menyayangi saya dan saya sayangi..

Mencintai hal yg Begitu Indah..

Aku pun merasakan keindahan dibalik itu semua. Aku hidup dengan rasa cinta dan kasih sayang, ketika aku sadar bahwa aku telah nampak untuk pantas dicintai dan mencintai. Sesaat aku merasakan bahagia, yg tidak pernah kupunya. Telah mengenalnya membuatku mengerti untuk beberapa hal yg telah kugapai karena dirinya. Semangatku dan semua rasa bahagiaku saat ini, melengkapi segalanya. Aku pun siap untuk menggapai semua bersamanya. Hal indah ini tidak pernah kupungkiri, bersama rasa yg ada karena-Nya. Terkadang aku merasa sangat bangga telah mendapatkannya. Aku tahu banyak telah terlewatkan, walaupun belum ada ikatan yg pasti. Setidaknya dia lah yg mengajarkan aku tentang kasih sayang, pengertian, kedewasaan.

Keindahan yg sebelumnya aku punya, namun seketika kehadirannya adalah hal terindah. Semua masalah telah terbagi, ketika aku merasa jenuh. Sungguh aku seseorang yg sangat bangga saat ini. Kehidupan yg kuraih dan kugapai, ditemani olehnya.