Sedikit ngebahas tentang fungsi Al-Qur'an yg semakin tersingkir dari hidup kita, dari aturan-aturan yg masih bertanya pada hadist. Sehingga kebanyakan dari manusia (ma=tempat, nusia=lupa), tempatnya lupa tidak mengerti dari pengertian ayat-ayat Allah karena dua bahasa dalam Al-Qur'an yaitu muk'hamat bahasa yg jelas dan mutasabihat bahasa perumpamaan, yg membuat orang lebih fokus dengan Hadist sahih (takut salah mengartikan isi dari Al-Qur'an, sehingga banyaknya bahasa mutasabihat yg ditafsirkan [tafsir=mengkira-kira]) , padahal perlu diketahui hadist (dari bahasa tauhid= bahasa sebelum nabi Muhammad SAW lahir) hadist=perkataan, manakah yg lebih dahulu kamu yakini perkataan Allah ataukah manusia, seberapa kita dapat meyakini baik itu hadist sahih ataupun hadist dhaif.
Sungguh inilah yg membuat Al-Qur'an, semakin tersingkir dan fungsinya semakin di kotak-kotakan (dipersempit). Sungguh Al-Qur'an adalah ilmu yg berguna, namun yg menjadi pertanyaan mengapa Al-Qur'an kebanyakan dari umat Islam hanya sekadar dibaca-baca, dihafal artinya, kemudian disenandungkan (disyairkan). Apakah dari hal itu kita mendapatkan ilmu yg lebih baik, dari ilmu di dunia dan akhirat selain Al-Qur'an. Al-Qur'an itu ada untuk masa lalu, masa sekarang, dan yg akan datang, tetapi kenyataannya justru hanya bermanfaat untuk masa lalu saja.
Ayat-ayatnya, bukan menjalani sesuatu yang haq justru yg bathil, contohnya:
1. Apakah Al-Qur'an membuat manusia anarkis dan kriminalitas, padahal dalam Al-Qur'an itu sendiri diajarkan tentang perdamaian..
2. Apakah adanya Al-Qur'an sampai sekarang, ayat-ayatnya berguna untuk hal yg mistis. Pengobatan dengan baca-bacaan AL-Qur'an sampai ada ayat-ayatnya dibakar lalu diminum untuk menyembuhkan penyakit.
3. Apakah Al-Qur'an, kitab yg hanya sebagai aksesoris. Sehingga ditaruhlah kitab ini ditempat yg tinggi, seperti di atas lemari hingga berdebu.
Kini, bagaimana bila manusia hanya mengerti saja tanpa paham Al-Qur'an, sehingga mereka tidak mampu mengerjakan sepenuhnya dari isi Al-Qur'an itu.
Paham itu adalah mengerti dan bisa mengerjakan, sesungguhnya Al-Qur'an itu diturunkan untuk mengatur insannya Allah (insan= makhluk hidup yg sempurna). Bila tidak paham Al-Qur'an, bagaimana kita mampu untuk paham Allah ???
Ini sedikit Ilmu yg kudapat, semoga bermanfaat untuk semua insan..
Amiin...
Bersyukur bisa mengenal apa sesungguhnya suatu perjuangan, keinginan terbesarku tidak ingin membuat orang sekitarku terus menderita baik dalam segi ekonominya. Sebuah perjuangan yang baru kukenal dan melelahkan pertama kalinya, tetapi semakin ku mengenal indahnya sebuah perjuangan ini, semakin merasa bahwa banyak hal bodoh yang masih ku sia-siakan..
Perjuangan sesungguhnya untuk berjihad, yg baru kurasakan terasa membanggakan terutama untuk kedua orang tua serta keluargaku. Awalnya merasa suasana yg hampa terus berjuang yang tiada henti, dari pagi kembali pagi. Terasa bahwa waktu 24 jam setiap harinya masih terasa kurang, mungkin pertama memang semangat bisa menyebarkan kebaikan ke semua orang-orang yg kusayangi, namun urungnya banyak kegagalan yg kuterima dari sobat ku sendiri ASAYIRA, aku telah gagal menyelamatkan mereka, namun hal yg ku siapkan mereka tetap harus berjuang lewat harta namun kenyataan yg pasti justru mereka masih CINDU..
Jihad itu bukan menghancurkan tetapi membangun, inilah awal yg membuatku tertarik. Tidak ada hal negatif thinking sedikit pun pertama kali membahas tentang kebangkitan Indonesia. Khayalnya, aku adalah salah satu umat-Mu yg ingin menjadi umat yg beriman hingga semua muncul di permukaan atau sampai akhir hayatku nanti. Pertama, tidak banyak yg ku pertanyakan dengan mengenal orang baru yg memberikan aku share tentang isi Al-Qur'an, itu tidak untuk ditafsir tetapi semua isi dalam Al-Qur'an itu untuk dipahami.
Awalnya membicarakan kebobrokan yg semakin terlihan kehancurannya, hingga akhirnya membahas tentang kebangkitan Indonesia dalam Al-Qur'an.
Itulah berita tersembunyi yg tidak pernah ku ketahui sebelumnya, hingga aku mengerti kalau Al-Qur'an tidak untuk disenandungkan tetapi dipahami.. Banyak ayat-ayatnya disalah artikan.
Hingga ujung-ujungnya aku memenuhi syarat-syarat untuk berjuang di jalan Allah yg sesungguhnya. Semua telah terjawab seperti apa jalan lurus yg dikehendaki Allah untuk ku. Semenjak berjihad, banyak proses yg kudapatkan untuk sebuah kedewasaan yg bernilai tinggi...
- SABAR
-TAWAKAL
-IKHLAS
-AMANAH
-SEMANGAT
Jihad itu membangun, bukan menghancurkan..
Jihad itu bangkit dari keterpurukan, hingga Hukum Islam berhasil untuk ditegakkan..
Jiwa dan Raga tidak boleh runtuh, hingga kami membangkitkan sunatullah yg telah berlaku..
Kami atas nama bangsa Indonesia siap untuk kepermukaan...
:-)
di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(Pertama dengar lagu dan video klip, langsung suka dengan gaya marcell yg benar2 beda banget!!! Lebih bagusnya karena lagu ini, terinspirasi kalo ternyata mempertahankan hal itu susah banget, hanya dengan perbedaan agama. Jadi inget, sahabat dan kakak tersayang yg b'pacaran dengan beda agama.)
Dilihat dari kekalahan yang terjadi tepat tanggal 14 dan 16 Mei kemarin, membuat Indonesia harus mengakui kekuatan pemain China baik Uber atau pun Thomas Cup. Cara permainan antara kedua negara ini memang patut diacungi jempol. Tanpa disadari kelemahan Indonesia dari tahun ke tahun tampak terlihat, tetapi tidak ada perubahan yang signifikan untuk mempelajari cara bermain yang lebih baik dari China.
Kita mungkin bertanya-tanya kapan kisah Pemain Bulu Tangkis Indonesia akan membawa kembali piala Thomas atau pun Uber ke Bumi Pertiwi ini.
Selanjutnya, dari cara bermain Indonesia dalam permainan kemarin saya akan membahas kelemahan-kelemahan yang harus dipelajari untuk 2 tahun berikutnya.
Pertama, strategi dalam smash silang jarang digunakan karena pemain Indonesia masih belum mengetahui dan kurang mempelajari jarak-jarak yang harus ditentukan agar tidak keluar dari garis bermain. Seperti dalam permainan Taufik Hidayat sangat terlihat, kekalahannya dalam final Thomas Cup kemarin adalah posisi menempatkan bola selalu melebihi garis lapangan lawan.
Kedua, kecepatan dalam permainan. Usahakan untuk tetap bermain cepat, karena yang saya lihat dari cara bermain China, mereka selalu mematikan pemain Indonesia dengan setiap set demi set yang semakin cepat.
Ketiga, belajar untuk tetap menjaga stamina dalam permainan ini. Karena kurangnya stamina membuat konsentrasi untuk mendapatkan nilai dari pemasukan bola semakin sulit. Begitu pun cara bermainnya, menjadi sangat lambat.
Saya berharap begitu pun seluruh bangsa Indonesia menginginkan kembali kisah legendaris Pembuluh Tangkis Indonesia sebagai Raja dan Ratu Buluh Tangkis Indonesia untuk Thomas dan Uber Cup selanjutnya.